Antara Ade Armando dan Ariel Noah


JAKARTA -- Kini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Ade sebagai tersangka terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Muzakir menyatakan, cuitan Ade Armando di media sosial Twitter memang agak vulgar.

Meski begitu, ia menghargai pendapat dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip UI) tersebut. Menanggapi hal itu Muzakir menjelaskan, sebenarnya UU ITE bukan hal baru, namun karena dampak ITE sangat dahsyat akhirnya ancaman pidananya dinaikkan.

“Sehingga kalau cuitan Armando dituduh melenceng, orang yang mengerti bisa ajukan complain. Itulah manfaat sekaligus bahaya UU ITE,” tutur Muzakir dikutip dari Republika.co.id, Rabu, (25/1).

Menurutnya, meski cuitan Ade sudah ditulis pada 2015 lalu, namun bisa diunggah lagi oleh siapa pun dan kapan pun, sehingga menimbulkan kekhawatiran. “Begitulah media sosial, mungkin bisa kita bandingkan dengan kasus Ariel (vokalis band Noah) meski sudah lama tapi bisa di-upload ulang,” tambahnya.

Muzakir mengatakan, sebelumnya Ade juga pernah menulis tentang ‘sumpah mubahalah’ untuk membela Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dituduh menistakan surah Al-Maidah ayat 51. “Saya sempat berpikir, Armando kok seperti itu untuk buktikan perbuatan Ahok,” tuturnya.

Kini Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan, apakah dalam status media sosial Ade terdapat substansi penistaan agama. Sebelumnya, kasus tersebut dilaporkan oleh seorang warga bernama Jonan Khan sejak 2016.
Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment