Setelah Salah Tingkah dengan Reklamasi, Ahok Juga Salah Data Tentang Kemendikbud

Foto : liputan6.com


JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menegaskan keadilan menjadi harga mati di Jakarta.

"Keadilan di Jakarta adalah harga mati bagi kami," ujarnya dalam debat kandidat, Jumat (27/1) malam.

Snadiaga lantas mencontohkan dengan megaproyek pembangunan 17 pulau buatan di Pantai Utara (Pantura) Jakarta. "Masalah rekalamasi, adalah masalah keadilan," jelasnya.

Menurutnya, tidak ada keadilan dalam kebijakan tersebut. Sebab, banyak warga pesisir dan nelayan yang tergusur demi pembangunan pulau palsu yang dikembangkan swasta, sebagaian perusahaan plat merah.

Lalu, minim transparansi dari pemerintah kepada warga ibu kota. Akibatnya, yang paling dirugikan adalah masyarakat. "Reklamasi untuk siapa?" tanya calon Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada kesempatan sama.

"Apabila reklamasi dilakukan untuk masyarakat lalu diatur oleh pemerintah. ini jadi lain. Tetapi, kalau reklamasi ini komersil, jadinya berbeda. Jual beli privat tanpa transparansi, akan dan banyak yang rugi," tutup Anies. (*)

Selain isu reklamasi yang mendapat perhatian netizen dan masyarakat, ada hal menarik yang membuat Ahok tampak salah tingkah dalam debat malam tadi. 

Calon Gubernur Petahana Basuki T Purnama mengeluarkan statment bernada serangan kepada Calon Gubernur no irut 3 Anies Baswedan saat debat putaan kedua di Hotel Bidakara Jumat Malam(27/1).

Dalam statmennya, cagub yang akrab disapa Ahok itu mengatakan bahwa peringkat Kepatuhan Pelayanan Publik Kemendikbud ada pada nomor paling akhir dari semua Kementrian selama Anies masih menjabat sebagai Mendikbud.

"Kami kepatuhan pelayan publik di DKI ada di 16 dari 34 provinsi, kalau Pak Anies di Kemendikbud peringkat 22 dari 22," ucap Ajok dalam debat yang disarkan langsung itu.

Menaggapi statment Ahok, Anies langsung melakukan klarifikasi selagi diberi kesempatan dalam segmen terakhir debat. Mantan rektor Paramadina itu mengaku lega karena berhasil meluruskan apa yang salah dari pernyataan Ahok.

"Saya malah bersyukur bahwa beliau(Ahok) menyebut Kemendikbud peringkat 22 dari 22, saya seneng tuh kenapa karena saya bisa jawab itu sebelum saya menjabat menjadi mendikbud," jelas Anies.

Faktanya, saat Anies menjabat dalam periode satu tahun, peringkat itu berubah dan mengalami kenaikan yang terbilang fantastis. Berdasarkan penganugrahan Kepatuhan Pelayanan Publik 2016, Kemendikbud naik di peringkat 9.

"Dan kalau mau dibandingkan rencana Kemendikbud 100 persen dan terlaksana 94 persen sedangkan Pemprov DKI tidak samapi 70 dan laporan keuangannya WDP(Wajar dengan Pengecualian," terang Anies.(*)

Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment