Akhirnya Tim Pengacara Ahok Mengakui Tidak Memliki Bukti Rekaman


Jakarta - Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan bahwa pihaknya tidak mempunyai transkrip dan rekaman percakapan telepon Ketua Umum (Ketum) PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Hal itu dikemukakan salah satu anggota tim penasehat hukum Ahok, Sirra Prayuna, Kamis (2/2).
"Logika saja, kita ini pengacara mana mungkin menyadap. Kita bukan lembaga negara yang diberi wewenang oleh undang-undang melakukan itu. Kita tidak punya rekaman, transkrip (percakapan)," jelas Sirra, Kamis (2/2).
Dikatakan, konteks pembicaraan antara SBY dengan Ma'ruf yang didalami dalam proses sidang hanya dalam rangka mengonfirmasi dari pemberitaan media.
"Jadi hanya mengkonfirmasi pemberitaan saja. Alat bukti juga maknanya luas bisa berupa surat atau dokumen. Jangan diartikan berupa rekaman atau transkrip," kata Sirra diktuip dari beritasatu.com.
Sanggahan lain juga di sampaikan pengacara Ahok yang juga petinggi Partai Persatuan, Humphrey Djemat.
"Saya tidak bilang ada barang bukti (percakapan), tapi saya bilang di persidangan itu adalah bahwa pertama menanyakan masalah komunikasi antara SBY yang telepon Pak Ma'ruf jam 10.16. Pada saat itu sangat jelas karena ada rekamannya di persidangan itu," kata Humphrey dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2).
Pernyataan ini dianggap berbanding terbalik dengan video press confrence sebelumnya yang banyak beredar di media sosial.

Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment