Dianggap Menghina Paslon, Embay Dilaporkan Pengacara WH-Andika


Serang - Calon Wakil Gubernur Banten Embay Mulya Syarief dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten oleh Tim Advokasi WH-Andika, Jumat (3/2). Embay diduga telah melakukan tindak pidana berupa penghinaan kepada calon lainnya, pada saat debat putaran kedua yang diselenggarakan di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Minggu, (25/1) lalu.
Menurut Kuasa hukum pasangan WH-Andika, Ferry Renaldy, ucapan Embay Mulya Syarief yang dianggap sebagai tindakan penghinaan terjadi pada sesi terakhir debat. Pertama, Embay mengatakan pasangan WH-Andika seperti kakek dan cucu, dan kedua, Embay menyerang cawagub lawan dengan kalimat pepatah ‘Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya’.
“Ucapan pertama dianggap menghina pasangan WH-Andika, sedangkan ucapanya yang kedua, jelas penghinaan terhadap Andika. Pernyataan Embay itu terlalu tendensi dan keluar dari materi debat,” ungkap Ferry Renaldy, kepada wartawan, Sabtu (4/2).
Ferry mengungkapkan laporan tersebut telah disampaikan ke Kantor Bawaslu Banten, Jumat (3/2) kemarin. Ia mendorong tim Gakkumdu yang terdiri dari penyidik Bawaslu, penyidik Kejaksaan Tinggi Banten dan penyidik Polda Banten untuk memproses laporan tersebut.
Menurut Ferry, cawagub Banten Embay Mulya Syarief dianggap melanggar UU nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, terkait larangan kampanye yang tertuang di pasal 69 huruf b dan c.
“Pasal 69 huruf diatur bahwa dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, termasuk menghina calon. Sementara dalam huruf c, dilarang melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah dan mengadu domba, baik partai politik, perseorangan, atau kelompok masyarakat,” terangnya.
Lanjut Ferry, Embay dianggap telah melakukan penghinaan serta menghasut dan memfitnah pasangan WH-Andika saat acara debat publik. Terkait pelanggaran UU Nomor 1 tahun 2015 pasal 69 juncto 187, terancam hukuman minimal 3 bulan penjara dan maksimal 18 bulan serta denda minimal Rp600.000 dan maksimal Rp6.000.000.
Ferry tentunya menyayangkan sikap cawagub Banten Embay Mulya Syarief dalam acara debat public tersebut. Menurutnya, debat publik seharusnya bisa menjadi ajang kampanye bagi masing-masing pasangan calon untuk meyakinkan masyarakat agar memilih pasangan calonnya sesuai dengan hati nurani masyarakat, bukan untuk menyerang pribadi lawan.

Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment