Mereka yang Bikin Gaduh Mereka Juga yang Nyuruh SBY Jangan Bikin Gaduh


Jakarta - Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, I Wayan Sidharta menyesalkan pernyataan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merasa disadap. Wayan mengatakan, SBY harusnya berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.
"Pak SBY Presiden kita dua kali, kenapa dia bicara seolah-olah ada penyadapan yang dikatakan oleh pengacara. Ada enggak pengacara mengatakan," ujar Wayan, Kamis malam.
Wayan menambahkan, soal dugaan penyadapan yang dikatakan oleh SBY bisa memperkeruh suasana saat ini.
"Harusnya dia menjaga kehormatan itu dengan cara jangan membuat gaduh suasana. Tidak pada tempatnya. Misalnya membuat pernyataan yang faktanya kuat, jangan bicara kemungkinan, jangan bicara sesuatu yang belum terjadi. Yang belum terjadi adalah soal-soal penyadapan, Pak SBY mengatakan seolah-olah ada penyadapan, kan gitu," katanya.
Wayan menambahkan, saat dugaan penyadapan dilakukan, pihaknya belum menerima surat kuasa untuk menjadi penasihat hukum Ahok. Sehingga hal tersebut tidak mungkin bisa dilakukan oleh tim pengacara.
"Mohon maaf, kapan pengacara itu memperoleh surat kuasa, kapan surat kuasa pengacara, lalu kapan kejadian itu. Telepon Pak SBY tanggal berapa, lalu itu bulan apa, kita belum jadi penasihat hukum, gimana mau menyadap," ujarnya.
Statemen pengcara ini justru di anggap banyak pihak sebagai pernyataan yang "tak tahu diri". Justru kegaduhan ini berawal dari tudingan yang di lontarkan saat persidangan hingga kemudian di akui bahwa mereka sendiri bahkan tak memiliki bukti rekaman.
Selain tenta tuduhan terkait telepon, tim pengacara Ahok juga kembali membuat gaduh dengan perilaku dalam persidangan yang diebut-sebut merendahkan dan menghina Ketua MUI yang juga Rais Aam NU, KH Maruf Amin.
Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment