Aparat Bertindak Represif. Aksi Kammi Didepan KPK Berakhir Ricuh


INFOdetik.com - Dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional, Ratusan mahasiswa yang berasal dari KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) melakukan Aksi Damai di Depan Istana Negara.

Mereka menuntut penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia.

Aksi yang dimulai pukul 14.00 awalnya berlangsung kondusif. Para anggota KAMMI berganti-gantian menyampaikan orasinya. Mereka membawa atribut KAMMI, bendera, serta poster yang berisikan ironi penegakan hukum di indonesia.

"19 tahun reformasi membuat kondisi negara semakin jauh dari cita-cita Kemerdekaan", ungkap Ketua Umum KAMMI, Kartika Nur Rakhman di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/5).

KAMMI menuntut agar dituntaskannya berbagai kasus korupsi yang mandek selama ini.

Semakin lama orasi mahasiswa semakin panas dan polisi menjadi represif dalam menindak mahasiswa. 

Mahasiswa duduk untuk menenangkan massanya, namun polisi mulai memukul dan menendang massa yang duduk.

Kondisi semakin ricuh, hingga 3 orang mahasiswa menjadi korban luka-luka, dan terdapat 7 orang mahasiswa yang dipukuli dan diculik oleh polisi termasuk salam satunya ketua umum KAMMI.

Bahkan mahasiswi perempuan pun tak luput dari aksi brutal dan radikal polisi. Kondisi ricuh membuat mahasiswa mundur dan istirahat dengan dilanjutkan sholat maghrib. Setelah sholat maghrib, mahasiswa melanjutkan menyampaikan sikapnya dan menutup dengan doa.

Ketua LBH (Lembaga Bantuan Hukum dan Ham) KAMMI, Abdullah, SH.i, MH, menyampaikan di tempat berbeda :
"Bahwa apa yang di lakukan oknum polisi hari ini, sudah jauh dari mottonya menjadi pengayom dan pelayan masyarakat,

Terbukti dengan kejadian hari ini, Polisi menjadi penyubur paham radikal dan intoleran yang terjadi di Masyarakat.

Kami akan kumpulkan bukti-bukti, dan seret Oknum polisi radikal dan intoleran tersebut ke meja peradilan." Ujar Abdullah, SH.i, MH saat diwawancarai.

Sampai berita ini ditulis, 7 mahasiswa masih ditahan dan beberapa mahasiswa mencoba untuk melakukan advokasi terhadap teman-temannya yang diculik.
Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment