Memangsa Bebek, Harimau Sumatera Tewas di Tangan Warga


MEDAN - Seekor harimau sumatera (Phatera tigris sumatrae) mati setelah ditombak warga di Dusun Indah, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Harimau jantan yang diperkirakan berusia antara 5 hingga 6 tahun itu, dibunuh lantaran menyerang hewan ternak milik warga.
Sebelum dibunuh, warga memang telah mendeteksi keberadaan harimau muda itu sejak dua hari terakhir. Warga pun melakukan penjagaan dan akhirnya menemukan dan membunuh harimau tersebut saat akan menyerang bebek milik warga.
"Harimau ini ngejar-ngejar bebek. Jadi masyarakat merasa ketakutan. Mereka lalu menjaga dan ada yang menombak harimau tersebut," kata Zainuddin, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran BKSDA Sumut, Jumat (26/5/2017).
Setelah mati ditombak, bangkai harimau malang itu dikubur masyarakat. Beredar laporan sejumlah bagian tubuh satwa itu hilang. Saat petugas berwenang ingin mengambilnya, sempat terjadi perdebatan alot dengan warga.
"Tapi di lapangan tadi kita alot dengan masyarakat. Masyarakat minta buat adat di sana, tapi kita tidak punya biaya untuk itu. Kita tegaskan tadi ini dilindungi undang-undang, baik mati maupun hidup," sebut Zainuddin.
Setelah perdebatan yang alot, Kapolsek Aek Natas datang ke lokasi. Begitu pula dengan Danramil setempat. Setelah negosiasi, petugas dapat membongkar kuburan harimau itu dan membuat serah terima untuk membawa bangkainya ke Mapolsek Aek Natas.
Zainuddin mengatakan, harimau muda itu tidak pernah mengganggu manusia. Hanya bebek dan ayam warga yang dimakannya. Warga diduga membunuh harimau itu karena takut.
"Karena dia masuk kampung, jadi mereka takut. Kalau kabarnya dia ini tidam mengganggu manusia," jelas Zainuddin.
Belum ada warga yang diperiksa pihak berwenang. Mereka masih berkoordinasi dan membawa bangkai harimau itu ke kantor BKSDA di Medan. Selama ini, tak banyak laporan mengenai harimau masuk ke kampung di Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumut.
"Jarang masuk ke kampung. Selama saya tugas di sini setahun, yang langsung begini hanya di Desa Terang Bulan. Memang kabarnya ada harimau makan kambing, tapi tidak terbukti. Ada tapak harimau, kita turun ke masyakarat," jelas Zainuddin.
Populasi harimau sumatera di Pulau Sumatera kini dalam status kritis. Diperkirakan saat ini hanya tersisa 300-an individu yang hidup di habitat aslinya.

sumber : okezone.com
Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment