Menanti "Gebuk" Pemerintah Pada Komunisme


Banyaknya orang nyinyir yang mempertanyakan 'memangnya PKI masih ada', menggelitik rasa ingin tahu apakah yang dilarang adalah lembaga formal PKI yang memang sudah tidak ada atau faham komunisme. Ternyata undang-undang di negara kita (UU no 27 tahun 1999) eksplisit melarang penyebaran faham komunisme, bukan hanya lembaga PKI. 

Jadi romansa memunculkan simbol dan tokoh komunis di masa silam, diskusi terbuka mengenai paham komunisme, patut diduga sebagai tindakan mensosialisasikan kembali faham komunisme.

Mungkin di zaman soeharto, membicarakan komunisme terasa sexy bagi sebagian aktivis, karena artinya berani menentang rezim yang berkuasa. Tapi kegenitan itu kalau dilakukan saat ini, sudah tidak relevan lagi, kecuali kalau memang ada ideologi yang tersimpan tipis di dalam sanubari.

Untuk saat ini lebih terasa gagah mengusung ideologi Islam, lihat saja betapa cepatnya polisi bereaksi terhadap orang yang menuliskan simbol Islam di bendera merah putih (bandingkan dengan kasus serupa dengan tulisan berbeda).

Jadi mari kita dorong pemerintah menjalankan UU tersebut dengan konsisten. Jika pemerintah konsisten dengan UU ini, seharusnya tak ada lagi propaganda komunis berbungkus diskusi publik atau dialog meluruskan sejarah yang bisa di hajatkan di negeri ini.

Sebagai referensi, pasal yang tertulis di UU:

UU no 27 tahun 1999 tentang Komunisme


Pasal 107 a
Barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dan atau melalui media apa pun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudannya, dipidana dengan pidana penjara paling lama l2 (dua belas) tahun.

Pasal 107 b
Barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dan atau melalui media apa pun, menyatakan keinginan untuk meniadakan atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara yang berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun.

Pasal 107 c
Barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tu1isan dan atau melalui media apa pun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme yang berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara pa1ing lama 15 (lima belas) tahun.

UU no 27 tahun 1999 tentang Komunisme


Pasal 107 d
Barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan 1isan, tu1isan dan atau melalui rnedia apa pun. menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dengan maksud mengubah atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara, dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Pasal 107 e
Dipidana dengan pidana penjara pa1ing lama l5 (lima belas) tahun :
a. barangsiapa yang mendirikan organisasi yang diketahui atau patut diduga menganut ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme atau dalam segala bentuk dan perwujudannya; atau
b. barangsiapa yang mengadakan hubungan dengan atau memberikan bantuan kepada organisasi, baik di dalam maupun di luar negeri, yang diketahuinya berasaskan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme atau dalam segala bentuk dan perwujudannya dengan maksud mengubah dasar negara atau menggulingkan Pemerintah yang sah.

Maka mari menanti "gebuk" keras pemerintah pada komunisme yang gelagatnya mulai menjamur di negeri ini.
Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment