Ini Empat Pujian Setya Novanto Untuk Jokowi


JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto telah meminta perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Pengajuan dilakukan menyusul statusnya yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setnov pun kini telah mendekam di rutan KPK.

Menanggapi permintaan itu, Jokowi meminta Setnov untuk mengikuti proses hukum berlaku. Presiden tampaknya tak mau terlalu ikut campur terhadap persoalan hukum yang dihadapi oleh kolega politiknya tersebut. 

"Ya saya kan sudah menyampaikan agar Pak Setnov (Setya Novanto) mengikuti proses hukum yang ada," ujar Jokowi usai menghadiri acara TNI-AD di Balai Kartini, Senin (20/11).

Terkait dengan dorongan agar ada pergantian Ketua DPR, Jokowi mengatakan bahwa mekanisme menonaktifkan ketua di sebuah lembaga pemerintahan baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif sudah ada aturannya. Aturan tersebut tinggal diikuti secara seksama.


Setya Novanto berulangkali terbelit oleh kasus hukum. Namun ia selalu lolos dan bahkan bisa menjadi ketua umum Partai Golkar. Saat ia menjabat Partai Golkar, Setnov menegaskan sikap arah partai berlambang pohon beringin itu untuk mendukung Joko Widodo pada pemilihan presiden 2019 mendatang. Tak jarang Setya Novanto mengumbar pujian buat presiden atas kepemimpinannya yang tegas dan dirasakan oleh rakyat.  

Berikut empat pujian Setya Novanto untuk Presiden Joko Widodo yang dirangkum dari laman Republika.co.id :


1.  Pada Juli 2016, Pujian untuk Perombakan Kabinet 
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ikut menghadiri pelantikan 12 Menteri Baru di Istana Negara. Ada 9 Menteri baru dan 3 Menteri lama yang dirotasi jabatannya. Ia pun mengucapkan selamat dan mengapresiasi keputusan Jokowi dalam reshuffle jilid II.

''Saya menilai, Presiden Jokowi sudah sangat tepat dalam memilih sosok menteri dalam reshuffle jilid II kali ini, mengingat situasi ekonomi kita saat ini, dimana tantangan global semakin ketat dan penuh persaingan,'' ucap Setya, dalam keterangan persnya, Rabu (27/8).

Setya Novanto juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan Presiden Jokowi kepada salah satu kader Golkar, yaitu Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian. Menurutnya, Airlangga merupakan sosok yang berkompeten dibidangnya.


2. Pada November 2016, Sikap Jokowi Atas Ahok
Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto menemui Presiden Joko Widodo membahas sejumlah isu politik antara lain RUU Pilkada dan upaya menjaga ketenangan sebelum pemilihan pada 2017.

"Presiden minta kepada Partai Golkar supaya ikut menjaga suasana damai di tengah-tengah masyarakat, demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Setya usai menemui Presiden di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (17/11).

Menurut Setya, terkait proses penegakan hukum yang sedang berjalan terhadap calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, dia meminta seluruh masyarakat dan tokoh agama bersama-sama mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

Setya menjelaskan seluruh pihak harus menerima hasil keputusan yang dihasilkan dalam pemeriksaan oleh Kepolisian lalu pengadilan nantinya. "Jadi Partai Golkar tetap komitmen mendukung saudara Ahok dengan sebaik-baiknya. Ya tentu kita harapkan bahwa saudara Ahok terus harus bisa betul-betul berbuat sebaik mungkin dan betul-betul melakukan introspeksi diri bahwa hal-hal ini demi kepentingan bangsa dan negara," ujar Setya.

Setya juga mengapresiasi langkah Presiden dalam menanggapi kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta tanpa intervensi. "Pak Jokowi itu saya rasa tepat dia selalu secara konsisten dan Pak Jokowi melakukan tidak ada intervensi apapun. Dia sudah serahkan dan menyampaikan secara jelas kepada saya bahwa apa yang dilakukan tidak pernah ikut campur kepada saudara Ahok," tegasnya. 


3. Pada Desemver 2016, Aksi Bela Islam
Ketua DPR Setya Novanto mengapresiasi aksi damai bela Islam III di Monumen Nasional yang berlangsung damai, lancar, aman dan tertib. Hal ini menunjukkan peserta aksi memegang teguh kebhinekaan dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia pun berharap para peserta aksi damai bisa kembali ke rumah-rumahnya dengan lancar dan tertib, khususnya para peserta aksi dari luar daerah. "Mudah-mudahan lancar, tertib, dan semua yang dari daerah, yang sudah datang ke mari bisa pulang dengan selamat, dan harus hati-hati dan kembali ke keluarga masing untuk sampaikan suasana damai yang dilakukan," ujar Setnov di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

Ia juga memuji Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama jajarannya yang turut berbaur bersama peserta aksi damai menjalankan Sholat Jumat berjamaah di Monas. Menurutnya, langkah Presiden ini merupakan langkah yang baik bagi kepentingan bangsa dan negara.

"Ini memberikan suatu hal yajg terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara, bahwa apa yang dilakukan oleh Presiden ini bersama-sama dengan rakyat ini menunjukkan keinginan Presiden dapam kebinekaan dalam persatuan dan kemajemukan untuk bisa melakukan suasana damai," ujar Setnov.


4. Juni 2017, Selamat Ulang Tahun Jokowi
Rabu (21/6), Presiden Joko Widodo (Jokowi) genap berusia 56 tahun. Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Jokowi dan menilai kepemimpinannya semakin matang dan dewasa.

"Hari ini, Rabu 21 Juni 2017 adalah hari spesial bagi Bapak Joko Widodo, yang merayakan ulang tahun ke-56," kata Setya Novanto melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (21/6).

Menurut Novanto, Joko Widodo telah menjadi bagian dari sejarah penting bangsa dan negara Indonesia, dengan menunjukkan gaya kepemimpinannya yang khas, yakni tegas tapi merakyat. Joko Widodo dinilai peduli dan melayani berbagai aspirasi rakyat Indonesia, baik di pusat maupun di daerah.

Di tengah suasana kebangsaan Indonesia yang sewaktu-waktu dapat diterpa ujian, menurut dia, kedewasaan dan kematangan serta jiwa kepemimpinan Joko Widodo semakin terasah. "Bukan perkara mudah memimpin bangsa heterogen majemuk di negara yang sangat luas ini," katanya.

Menurut Novanto, bukan perkara mudah memimpin di tengah masyarakat yang sewaktu-waktu dapat terfragmentasi oleh isu, polemik, kabar "hoax" serta ancaman disintegrasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Novanto melihat, Joko Widodo memiliki karakter pemimpin bangsa yang senantiasa melihat, mendengar, dan mengeksekusi kebijakan, mengayomi berbagai kepentingan dan meletakkannya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Selamat ulang tahun Pak Joko Widodo. Semoga segala usaha dan pencapaian selama ini mewariskan kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia," katanya.



Share on Google Plus

About INFOdetik

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment