Blora – Ratusan warga Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, yang tergabung dalam Forum Warga Gandu, mendatangi Gedung DPRD Blora, Kamis (20/8/2026). Mereka membawa delapan tuntutan terkait pengelolaan sumur minyak rakyat di wilayah desa mereka.
Audiensi tersebut diterima Komisi A dan Komisi B DPRD Blora, dipimpin Ketua Komisi A H. Supardi bersama Ketua Komisi B Jayadi.
Salah satu tuntutan utama warga adalah meminta transparansi pengelolaan sumur minyak rakyat yang dilakukan melalui kerja sama antara paguyuban dan PT Mataram Connection Nusantara (MCN) sebagai mitra UMKM pengelola resmi.
Warga mempertanyakan sejumlah hal terkait tata kelola penambangan, produksi, hasil pengelolaan hingga manfaat yang diterima masyarakat dari aktivitas sumur minyak rakyat tersebut.
Menurut warga, keterbukaan menjadi penting agar pengelolaan potensi minyak di Gandu dapat dipertanggungjawabkan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Namun, audiensi yang digelar di Gedung DPRD Blora itu belum menemukan titik temu.
Pertemuan antara Forum Warga Gandu dan pihak paguyuban mengalami deadlock. Perbedaan pandangan terkait sejumlah tuntutan membuat pembahasan belum mencapai kesepakatan.
DPRD Blora kemudian akan menjadwalkan kembali audiensi untuk melanjutkan pembahasan dan mempertemukan kembali pihak-pihak terkait.
Forum Warga Gandu berharap audiensi lanjutan dapat menghasilkan solusi konkret, terutama terkait transparansi pengelolaan sumur minyak rakyat di wilayah mereka.
Delapan tuntutan telah disampaikan di hadapan wakil rakyat. Kini, warga menunggu langkah DPRD Blora untuk mencari titik temu antara Forum Warga Gandu, paguyuban, dan PT Mataram Connection Nusantara (MCN).
Bagi warga, persoalannya bukan sekadar siapa yang mengelola sumur minyak, tetapi bagaimana pengelolaan tersebut dilakukan secara transparan, akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gandu.
(Yan/ganesh)